BIKIN PIN LOGAM | BIKIN PIN LOGAM BANDUNG | BIKIN PIN LOGAM JAKARTA BIKIN PIN LOGAM JOGJA | MEMBUAT PIN LOGAM COR | TEMPAT BIKIN PIN LOGAM | PRODUKSI PIN LOGAM | PRODUSEN PIN LOGAM | TEMPAT PEMBUATAN PIN LOGAM DI BANDUNG

BIKIN PIN LOGAM | BIKIN PIN LOGAM BANDUNG | BIKIN PIN LOGAM JAKARTA BIKIN PIN LOGAM JOGJA | MEMBUAT PIN LOGAM COR | TEMPAT BIKIN PIN LOGAM | PRODUKSI PIN LOGAM | PRODUSEN PIN LOGAM | TEMPAT PEMBUATAN PIN LOGAM DI BANDUNG
BIKIN PIN LOGAM | BIKIN PIN LOGAM BANDUNG | BIKIN PIN LOGAM JAKARTA BIKIN PIN LOGAM JOGJA | MEMBUAT PIN LOGAM COR | TEMPAT BIKIN PIN LOGAM | PRODUKSI PIN LOGAM | PRODUSEN PIN LOGAM | TEMPAT PEMBUATAN PIN LOGAM DI BANDUNG
BIKIN PIN LOGAM | BIKIN PIN LOGAM BANDUNG | BIKIN PIN LOGAM JAKARTA BIKIN PIN LOGAM JOGJA | MEMBUAT PIN LOGAM COR | TEMPAT BIKIN PIN LOGAM | PRODUKSI PIN LOGAM | PRODUSEN PIN LOGAM | TEMPAT PEMBUATAN PIN LOGAM DI BANDUNG
BIKIN PIN LOGAM | BIKIN PIN LOGAM BANDUNG | BIKIN PIN LOGAM JAKARTA BIKIN PIN LOGAM JOGJA | MEMBUAT PIN LOGAM COR | TEMPAT BIKIN PIN LOGAM | PRODUKSI PIN LOGAM | PRODUSEN PIN LOGAM | TEMPAT PEMBUATAN PIN LOGAM DI BANDUNG
BIKIN PIN LOGAM | BIKIN PIN LOGAM BANDUNG | BIKIN PIN LOGAM JAKARTA BIKIN PIN LOGAM JOGJA | MEMBUAT PIN LOGAM COR | TEMPAT BIKIN PIN LOGAM | PRODUKSI PIN LOGAM | PRODUSEN PIN LOGAM | TEMPAT PEMBUATAN PIN LOGAM DI BANDUNG
BIKIN PIN LOGAM | BIKIN PIN LOGAM BANDUNG | BIKIN PIN LOGAM JAKARTA BIKIN PIN LOGAM JOGJA | MEMBUAT PIN LOGAM COR | TEMPAT BIKIN PIN LOGAM | PRODUKSI PIN LOGAM | PRODUSEN PIN LOGAM | TEMPAT PEMBUATAN PIN LOGAM DI BANDUNG

DIE CASTING
Kami melayani pesanan cor logam, cetak plastik /nylon , cetak karet , beserta finishingnya , Pembuatan pin , atribut , logo , papan nama , pelat indikator , mistar , piagam logam , patung logam , kalung wisuda dll .
Daftar harga cor logam bisa di lihat di bawah ini .
Die casting adalah proses manufaktur yang dapat menghasilkan bagian logam geometris kompleks melalui penggunaan cetakan , yang disebut Dies ( baca : dais) . Proses die casting melibatkan penggunaan tungku, logam, mesin pengecoran, dan dies. Logam bahan cor  biasanya paduan non-ferrous seperti aluminium atau seng, dilebur dalam tungku dan kemudian disuntikkan ke dalam dies dalam mesin die casting.
Ada dua jenis utama dari mesin die casting – mesin ruang panas (digunakan untuk paduan dengan suhu leleh rendah, seperti seng) dan mesin ruang dingin (digunakan untuk paduan dengan suhu leleh tinggi, seperti aluminium). Perbedaan antara mesin ini akan kami uraikan nanti. Namun, dalam kedua mesin, setelah logam cair disuntikkan ke dies, dengan cepat mendingin dan mengeras ke dalam bagian akhir, yang disebut casting.
Langkah-langkah dalam proses ini dijelaskan pada bagian berikutnya. Coran yang dibuat dalam proses ini dapat sangat bervariasi dalam ukuran dan berat, mulai dari beberapa ons hingga 100 kilogram.
Salah satu aplikasi umum dari bagian die cast adalah perumahan yang terbuat dari paduan logam lunak ,biasanya orang awam menyebutnya baja ringan. Peralatan dari logam yang digunakan dirumah-rumah banyak yang dibuat dengan die cast.
Beberapa komponen otomotif juga diproduksi dengan menggunakan die casting, termasuk piston, kepala silinder, dan blok mesin. Bagian die cast umum lainnya termasuk baling-baling, roda gigi, ring, pompa, dan katup.
Proses Proses siklus untuk die casting terdiri dari lima tahapan utama, yang dijelaskan di bawah ini. Total waktu siklus yang sangat pendek, biasanya antara 5 detik dan 1 menit.
Berikut Urutan Prosesnya :

CARA  CETAK  LOGAM 

Cetak logam seperti pin , atribut , accesories 3 dimensi , gantungan kunci dan yang sejenisnya bisa di buat sendiri dirumah dengan cara seperti di bawah ini :
1.  Langkah pertama adalah mempersiapkan desain 3 dimensi  yang disebut dengan mal atau  master cetak  .
Dalam mempersiapkan mal biasanya diperlukan negativ film untuk mencetak tulisan , kemudian untuk bagian yang dalam maka dilakukan grafir atau milling CNC ( milling computer )  biayanya sekitar Rp. 500.000,- s/d  Rp. 1 juta  ( Untuk barang atau atribut dengan ukuran dimensi standard < 60 x 50 x 5 > ) .
2.  Langkah kedua adalah mempersiapkan cetakannya , bahan cetakan adalah berupa karet sintetis ( silicone rubber ) dengan kekerasan atau sohr 60 . Harga karet silicone saat ini berkisar Rp.275.000,- per kilogramnya . Untuk barang atau atribut dengan ukuran dimensi standard ( 60 x 50 x 5 ) membutuhkan karet silicon kurang lebih sebanyak  1 kg – 1.5 kg .
3.  Langkah ketiga adalah membuat cetakan dengan cara menempelkan  master cetak kepada badan cetakan ( karet silicone ) bagian bawah , kemudian sisi – sisi disekitar master diberilah kertas koran dua lapis . Ini dilakukan agar  badan atas cetakan tidak menyatu dengan badan bawahnya .
4. Langkah ke empat adalah menempatkan pengunci cetakan , pengunci ini terbuat dari besi yang di lapis krom atau bisa juga dari stainless atau bisa juga dari bahan bronze , bentuknya seperti kancing celana jeans tapi diameternya sekitar 8 mm .
Jumlah kancing berkisar sekitar 10 ~ 20 pcs.
5.  Langkah kelima adalah merekatkan kedua badan cetakan atas dengan bawahnya , kemudian di tempatkan pada mesin press karet dan tekan dengan menggunakan ulir poros mesinnya dengan kekuatan sedang .
6.  Panaskan dasar mesin press dengan api sedang selama lebih kurang 60 menit .
7. Proses pembuatan cetakan selesai .
8. Proses pengecoran bisa dilakukan , pertama dengan memanaskan bahan timah pada tungku peleburan timah .
9.  Tempatkan cetakan pada mesin putar ( spin casting machine ) dengan rpm 150 . Sebelumnya olesi permukaan dalam cetakan dengan bedak pelicin atau bedak bayi seperti bedak talek herocyn  .
10. Jika bahan timah sudah lebur maka tuangkan pada cetakan yang berputar tersebut dengan ukuran 30% lebih banyak di banding hasil cetakannya.
11. Matikan mesin putar dan setelah berhenti maka proses  cor selesai , kemudian angkat cetakan dan buka , jika hasil cor bagus maka teruskan tapi jika masih tekor maka periksa jalan-jalan masuknya bahan cor , pasti kurang sempurna .
12.  Setelah selesai maka tahap pendinginan dilakukan dengan membiarkan hasil cor tetap jangan tersentuh selama belum dingin .
13.  Lakukan finishing sisi – sisi barang hasil .
14. Finishing pengecatan dilakukan dengan menggunakan cat nipe 2000.
15. Finishing poles di lakukan setelah cat kering dan proses lapis elektroplating dilakukan .
16. Langkah selanjutnya adalah langkah mendekati detik-detik akhir atau kami sebut ” T-96 ” adalah pemberian kaki – kaki barang hasil dilakukan dengan menggunakan solder dan air raksa atau soda api
17. Bungku u u u u u u s s s s s s s s …….!!!!!!!!!
PROSES  PENGECORAN  LOGAM  

1. CLAMPING
Clamping adalah langkah pertama adalah persiapan pengecoran dan berupa menjepit dua bagian dies. belahan dies pertama setiap kali dibersihkan dari injeksi sebelumnya dan kemudian dilumasi untuk proses cor selanjutnya. Waktu pelumasan bertambah dengan ukuran bagian, serta jumlah gigi berlubang dan sisi-core. Tapi , pelumasan tidak mungkin diperlukan setelah setiap siklus, tapi setelah 2 atau 3 siklus, tergantung pada materi. Setelah pelumasan, dua bagian dies, yang melekat di dalam mesin die casting, ditutup dan aman dijepit bersama-sama. Kekuatan jepit harus benar-benar aman /kuat sesuai ukuran barang jadi  sebelum logam yang disuntikkan. Waktu yang diperlukan untuk menutup dan menjepit mati tergantung pada mesin - mesin yang lebih besar ( mesin-mesin  dengan kekuatan penjepit besar) akan membutuhkan lebih banyak waktu.
2. Injeksi
Logam cair , yang dipertahankan pada suhu yang diatur dalam tungku , yang selanjutnya ditransfer ke dalam ruang tempat yang dapat disuntikkan ke dalam cetakan . Metode mentransfer logam cair tergantung pada jenis die mesin pengecoran , apakah Mesin casting panas atau mesing casting dingin. digunakan . Perbedaan dalam peralatan ini akan diuraikan pada bagian berikutnya .
Setelah ditransfer , logam cair disuntikkan pada tekanan tinggi ke dies. Umumnya tekanan injeksi berkisar antara 1.000 sampai 20.000 psi . Tekanan ini menentukan keperluan aliran logam cair ke dalam dies selama proses pembekuan dalam dies  .
Jumlah logam yang disuntikkan ke mati disebut sebagai tembakan . Waktu injeksi adalah waktu yang diperlukan untuk logam cair untuk mengisi semua saluran dan rongga dalam cetakan . Waktunya sangat pendek , biasanya kurang dari 0,1 detik , untuk mencegah pembekuan awal salah satu bagian dari logam . Waktu injeksi yang tepat dapat ditentukan oleh sifat termodinamika materi , serta ketebalan dinding casting . Ketebalan dinding lebih besar akan membutuhkan waktu lebih lama injeksi . Dalam kasus di mana ruang die mesin pengecoran dingin sedang digunakan , waktu injeksi juga harus mencakup waktu untuk secara manual sendok logam cair ke dalam ruang ditembak .
3. Pendinginan
Logam cair yang disuntikkan ke die akan mulai dingin dan mengeras setelah memasuki rongga dies. Ketika seluruh rongga diisi dan logam cair didinginkan, bentuk akhir dari pengecoran terbentuk. Dies tidak boleh dibuka sampai waktu pendinginan telah berlalu dan casting dipadatkan. Dapat memperkirakan waktu pendinginan dapat dari beberapa sifat termodinamika logam, ketebalan dinding maksimum casting, dan kompleksitas/tingkat kerumitan ruang dalam dies.
Sebuah ketebalan dinding lebih besar akan membutuhkan waktu yang lebih lama pendinginan. Kompleksitas geometris dies juga membutuhkan waktu pendinginan lebih lama karena hambatan tambahan untuk aliran panas.
4. Pengeluaran / Ejection
Setelah waktu pendinginan yang telah ditentukan telah berlalu, kedua belah cetakan logam dapat dibuka dan mekanisme ejeksi dapat mendorong casting dari rongga dies. Waktu untuk membuka dies dapat diperkirakan dari waktu siklus kering mesin dan waktu ejeksi ditentukan oleh ukuran barang jadi (casting)   dan harus mencakup waktu untuk casting  jatuh bebas dari  dies.
Mekanisme ejeksi harus menerapkan beberapa kekuatan untuk mengeluarkan bagian karena selama pendinginan maka hasil casting  menyusut dan desain dies akan sangat berpengaruh. Setelah casting dikeluarkan, dies dapat dijepit ditutup untuk injeksi berikutnya.
5. Persiapan antar siklus
Selama pendinginan, materi dalam saluran die akan memperkuat melekat casting. Bahan ini berlebih, bersama dengan flash yang telah terjadi, harus dipangkas dari casting secara manual melalui pemotongan atau menggergaji, atau dengan metode lain sesuai keahlian operator.
Waktu yang diperlukan untuk memangkas sisa material dapat diperkirakan dari ukuran dan jumlam jalan tembak pengecoran ini. Hasil dari pemangkasan ini kadang dibuang atau dapat digunakan kembali dalam proses die casting. Bahan daur ulang mungkin perlu direkondisi dengan komposisi kimia yang tepat sebelum dapat dikombinasikan dengan logam non-daur ulang dan digunakan kembali dalam proses die casting .


Hubungi : Ricky pramesta (kang Ricky )  
kontak order : W A : 08990182303  W A 081221364767 BBM : 5B287A8B 
jl : inhoftank gg : payeuseuhan no 46 RT05 RW 02 BANDUNG 40235 JAWA BARAT
gmail : rickyonline01@gmail.com 
norek BCA 8100616514 AT // YAYU RAHAYU
website kami lainnya www.rubberpramesta.com